Recovery data merupakan proses yang sangat sulit dan termasuk seni karena dibutuhkan kesabaran,pengetahuan, pengalaman , jam terbang serta peralatan yang memadai.

Judul di atas kami ingin membandingkan proses recovery data antara file yang terhapus dengan file yang hilang karena harddisk rusak.

Tingkat Kesulitan

Dalam kasus tertentu recovery file dari harddisk rusak lebih mudah dari pada recovery dari harddisk yang datanya terhapus. kenapa demikian?

pada kasus file yang terhapus ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan

  1. tipe file yang terhapus
  2. apakah file sudah tertimpa file baru
  3. ukuran file

Tipe File

untuk kasus file terhapus, memang kita dapat menggunakan software-software yang ada di pasaran, bahkan yang gratisan juga banyak yang dapat merecovery file yang terhapus. tapi umumnya terbatas fasilitasnya (kalau yang gratisan). software recovery data yang bagus minimal memiliki fungsi mengenali jenis file, karena jenis file tersebut banyak sekali, diantaranya yang paling umum :

  • File Grafis ( jpg, jpeg,bmp,gif,png)
  • File Office (doc,docx,xls,xlsx,ppt,pps dll..)
  • File Design (cdr,xar,psd,ai,3ds dll)
  • File Archive ( zip, 7z, rar,cab,tar, dll)

dan berbagai jenis file lainnya, anda bisa lihat informasinya di http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_file_formats

filetype

tidak semua software memiliki kemampuan mengenali semua jenis file, terutama file-file khusus, misalnya untuk file grafis umumnya software bisa mengenali jpg, jpeg,bmp,gif,png , tapi untuk file grafis tertentu misalnya Canon RAW Image (CR2), Nikon Raw (Nef), Tiff, Sony Raw (ARW/SR2/SRF ) dan lainnya biasanya mereka tidak bisa mengenali. begitu juga untuk file video, software gratisan atau yang harganya murah biasanya tidak bisa mengenali video format khusus, seperti video hasil rekaman dari kamera profesional, biasanya mereka hanya mengenali tipe mpg,mp4,mov dan 3gp.

File Tertimpa

Pada kasus recovery data karena file terhapus dan tidak bisa direcovery atau hanya sedikit yang bisa di recovery umumnya di akibatkan oleh kesalahan user sendiri, berikut beberapa kesalahan fatal yang di lakukan user yang mengakibatkan file tidak bisa direcovery semua.

  • Tidak sadar bahwa file terhapus dan harddisk / komputer dipakai normal sehari2
  • Coba-coba recovery file sendiri pakai software gratisan / bajakan
  • Menginstall / menyimpan software recovery di harddisk yang sama dengan file yang terhapus
  • Menyimpan hasil recovery di harddisk yang sama.

bila user melakukan hal tersebut di atas kecil kemungkinan data bisa direcovery, dan walaupun bisa ke ambil pasti sebagian besar corrupt dan tidak bisa diakses lagi.

Ukuran file

ukuran file juga menentukan apakah file dapat ter recovery sempurna atau tidak, untuk file berukuran besar, biasanya tersimpan dalam banyak blok sector dan besar kemungkinannya diantara sector tersebut sudah terisi data lain (sudah tertimpa sebagian), sehingga file tersebut menjadi corrupt.

file-fragment

Recovery data dari harddisk rusak

Untuk recovery data dari harddisk yang tidak terditeksi, umumnya prosesnya adalah sebagai berikut

  1. Cek apakah harddisk masih hidup (bila mati -> replace PCB -> Transfer ROM & Firmware)
  2. Cek apakah ROM dan firmware ada yang corrupt
  3. Cek apakah head berfungsi normal (bila rusak -> head trasnplant)
  4. Bila semua sudah beres rom,firmware,head biasanya harddisk sudah berjalan normal
  5. Cek struktur data apakah bisa langsung di extract atau harus bikin harddisk image dulu.
  6. proses extract data langsung atau melalui image

secara logika bila harddisk sudah normal maka otomatis semua file bisa di ambil. itu lah mengapa recovery data dari harddisk yang rusak kadang lebih mudah dari pada mencari file yang sudah terhapus. apalagi fil yang dicari jumlahnya sedikit dan tidak tau dimana lokasi asalnya, dan harddisk yang di proses memiliki jumlah file yang banyak dan kapasitas yang besar…

video recovery WD My Passport